Menurunkan berat badan secara drastis di bulan Ramadan dengan tidak mengonsumsi nasi saat sahur adalah pemahaman yang keliru, menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Dion Haryadi. Sahur dengan kandungan karbohidrat sangat penting karena berfungsi sebagai cadangan energi untuk berpuasa sepanjang hari. Bulan puasa seharusnya bukan waktu untuk melakukan diet ekstrem, tetapi lebih untuk memperbaiki pola makan dan membiasakan diri dengan kebiasaan yang sehat.
Dokter spesialis penyakit dalam, Vardian Mahardika, juga menegaskan pentingnya asupan karbohidrat sebagai sumber energi selama berpuasa. Karbohidrat perlu disertai dengan protein, serat, dan vitamin untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup. Selain itu, bulan puasa dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk melakukan riset tentang pemenuhan gizi yang lebih baik serta untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk.
Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh, dan tanpa asupan tersebut, risiko tubuh merasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan kekurangan energi selama menjalani puasa akan meningkat. Bahkan penderita obesitas disarankan untuk tetap mengonsumsi karbohidrat dengan komposisi yang seimbang saat sahur, bukan dengan cara menghilangkan nasi, tetapi dengan memperbaiki pola makan secara keseluruhan.

