Obesitas adalah kondisi yang sering kali tidak disadari karena gejalanya dianggap sepele. Salah satu tanda yang kerap diabaikan adalah mudah merasa lelah, meski aktivitas sehari-hari masih bisa dilakukan seperti biasa. Menurut Spesialis Gizi Klinik, Diana Suganda, banyak pasien tidak menyadari masalah kesehatan mereka dan obesitas terjadi ketika indeks massa tubuh (IMT) sudah masuk kategori obesitas. Keluhan seperti cepat lelah saat naik tangga atau berjalan jarak pendek sering dianggap biasa, padahal bisa menjadi sinyal tubuh bekerja lebih keras akibat beban berlebih. Keluhan ini bukan hanya karena kurang tidur atau kurang istirahat, tetapi juga bisa menjadi indikasi bahwa tubuh membawa beban yang tidak ideal.
Dalam keadaan fisiologis, berat badan berlebih dapat memengaruhi sistem pernapasan, kerja jantung, dan metabolisme. Tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya terasa mudah, sehingga efisiensi kerja tubuh menurun. Banyak orang baru menyadari obesitas setelah menjalani pemeriksaan medis karena keluhan lain seperti gangguan gula darah atau kolesterol. Penumpukan lemak berlebih dalam tubuh dapat memicu gangguan metabolik, seperti peningkatan kadar gula darah dan kolesterol, yang sering menjadi pintu masuk terdeteksinya obesitas.
Obesitas juga berisiko pada kesehatan jantung karena penumpukan lemak, terutama di area perut, dapat memicu peradangan kronis dan memperberat kerja jantung. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Vardian Mahardika, hubungan obesitas dan penyakit jantung terjadi secara bertahap. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh pada kondisi obesitas dan jika tidak dikendalikan, komplikasi kardiovaskular dapat terjadi. Oleh karena itu, penting untuk menyadari gejala obesitas dan mulai mengambil langkah-langkah untuk mengontrolnya sejak dini.

