Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa sekitar 25 persen anak di Indonesia tumbuh tanpa figur ayah atau mengalami kondisi fatherless, berdasarkan data dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN). Dalam sebuah acara safari Ramadan di Kabupaten Merangin, Al Haris menegaskan pentingnya peran ayah dan keluarga dalam membentuk karakter dan nilai anak-anak. Fenomena fatherless menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan keluarga dan masyarakat, sehingga perlu adanya perhatian bersama untuk mengatasi masalah ini. Anak-anak yang tumbuh tanpa bimbingan ayah atau keluarga yang utuh rentan menghadapi berbagai persoalan, seperti rendahnya rasa percaya diri dan kesulitan mengendalikan emosi. Oleh karena itu, Al Haris menekankan bahwa pengembangan karakter anak harus menjadi prioritas utama, di samping pendidikan tinggi dan keberhasilan ekonomi. Dia juga menyoroti besarnya pengaruh teknologi dan media sosial terhadap generasi muda saat ini, sehingga diperlukan pengawasan dan pendampingan yang tepat. Al Haris juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah dan lembaga keagamaan, untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter dan nilai spiritual demi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.

