Psikolog Diana Setyawati menyoroti kerentanan gen Alpha terhadap tekanan psikologis. Generasi Alpha lahir dan tumbuh di era digital, di mana teknologi berkembang pesat dalam mengakses berbagai informasi. Beberapa informasi yang termuat di dunia maya menjadi salah satu pemicu utama. Menurut Diana, generasi saat ini tumbuh dengan nilai-nilai yang dibentuk oleh algoritma media sosial, bukan lagi dari keluarga. Pergeseran nilai terjadi, di mana media sosial kini didominasi oleh hal-hal instan, hedonisme, pamer kekayaan, dan gaya hidup orang terkaya. Jika keluarga tidak menanamkan nilai dari rumah, maka fungsi keluarga akan diambil alih oleh apa yang dilihat generasi Alpha di dunia maya.
Dalam upaya pencegahan, Diana menekankan bahwa peran keluarga sangat penting dengan pemahaman orang tua tentang kesehatan mental. Anak yang memiliki kesehatan mental yang baik mampu mengenali potensi diri, memiliki tujuan hidup, mampu mengelola stres sehari-hari, produktif, dan bermanfaat bagi orang lain. Orang tua perlu memahami ciri-ciri kesehatan mental anak agar dapat memberikan pertolongan ketika diperlukan. Menurutnya, pemahaman ini akan membantu mengidentifikasi perubahan perilaku pada anak dan memberikan bantuan yang sesuai.
Keberadaan dunia maya memberikan dampak besar terhadap kesehatan mental generasi Alpha. Oleh karena itu, peran orang tua dalam memberikan pemahaman dan dukungan sangat diperlukan untuk membantu anak menghadapi tekanan psikologis yang mereka hadapi. Keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata perlu diperhatikan agar generasi Alpha dapat tumbuh dan berkembang dengan kesehatan mental yang baik.

