31.1 C
Jakarta
HomePolitikTuan Rondahaim Saragih: Profil Pahlawan Napoleon dari Batak

Tuan Rondahaim Saragih: Profil Pahlawan Napoleon dari Batak

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional menjadi dasar pemberian gelar tersebut. Salah satu dari sepuluh tokoh yang menerima gelar tersebut adalah almarhum Tuan Rondahaim Saragih asal Sumatera Utara, yang dihormati dalam Bidang Perjuangan Bersenjata dengan julukan “Napoleon der Bataks.” Dilahirkan pada tahun 1828 di Simandamei, Sinondang, Pamatang Raya, Tuan Rondahaim berasal dari keluarga bangsawan Partuanon Raya. Diangkat sebagai Raja Raya ke-14 Partuanan Raya pada tahun 1876, Tuan Rondahaim mampu menyatukan berbagai kerajaan kecil di Simalungun untuk melawan penjajahan Belanda, memperlihatkan keberhasilan monumental dalam serangan terhadap markas militer Belanda di Serbelawan.

Partuanan Raya, di bawah pimpinannya, merupakan satu-satunya kerajaan di Simalungun yang tidak berhasil ditaklukkan oleh Belanda dan ia sendiri merupakan satu-satunya raja dari Sumatera Utara yang tidak pernah ditangkap Belanda sepanjang hidupnya. Sikap tegas dan tak kenal menyerah Tuan Rondahaim membuatnya dicintai dan dihormati oleh rakyatnya. Setelah wafat pada tahun 1891, perlawanan terhadap kolonialisme di Simalungun mulai melemah dan lima tahun setelah kematiannya, Belanda kembali untuk memaksa putranya, Sumayan Tuan Kapoltakan Saragih Garingging, mengakui kekuasaan mereka di Simalungun. Tuan Rondahaim pun dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa oleh Presiden BJ Habibie pada tahun 1999 dan namanya diabadikan dalam nama rumah sakit umum daerah (RSUD) Tuan Rondahaim Saragih di Pematang Raya, serta menjadi nama salah satu jalan di Kota Pematang Siantar.

Source link

Berita Terbaru

Berita Populer