spot_img
21.7 C
London
spot_img
HomeKesehatanKasus Keracunan MBG Capai 10.482: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Kasus Keracunan MBG Capai 10.482: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah ditutup, namun jumlah korban keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meningkat. Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan peningkatan jumlah korban keracunan setelah penutupan sebagian SPPG, mencapai 1.833 anak dalam seminggu. Total korban keracunan MBG hingga 4 Oktober 2025 mencapai 10.482 anak. Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyatakan bahwa penutupan SPPG tidak efektif selama dapur MBG masih beroperasi, dan menyerukan agar BGN segera menghentikan seluruh SPPG di Indonesia.

Selain peningkatan jumlah korban, JPPI juga menemukan fakta-fakta mengkhawatirkan selama periode 29 September–3 Oktober 2025, antara lain kasus menyebar ke dua provinsi baru yaitu Sumatera Barat dan Kalimantan Tengah, serta penolakan terhadap MBG dari sekolah dan orangtua murid di berbagai daerah. Intimidasi terhadap masyarakat, jurnalis, guru, dan aktivis juga terjadi dalam kasus MBG di beberapa wilayah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, rencananya akan mengadakan pertemuan dengan kepala program MBG tingkat Jawa Barat terkait kasus keracunan massal yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini sebagai upaya untuk menangani situasi yang semakin mendesak.

Source link

TERBARU

JELAJAHI