spot_img
11.8 C
London
spot_img
HomeBeritaMenyiapkan AI-Augmented Public Leaders untuk Keseimbangan Pendidikan & Kerja

Menyiapkan AI-Augmented Public Leaders untuk Keseimbangan Pendidikan & Kerja

Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Era Kecerdasan Buatan (AI)

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang pesat telah membawa dampak yang signifikan pada sektor pendidikan tinggi. Kini, tidak hanya cukup menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga harus mampu melahirkan pemimpin yang dapat memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab untuk memecahkan berbagai masalah publik.

Forum Internasional “Ready for What’s Next: From Learning to Earning in the Age of AI”

Pada tanggal 4 Juli 2026, forum internasional dengan tema “Ready for What’s Next: From Learning to Earning in the Age of AI” yang diselenggarakan oleh Pearson bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) diadakan di JW Marriott Hotel Jakarta. Acara tersebut menghadirkan para pembicara dan panelis dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Salah satu panelis Indonesia yang turut berpartisipasi adalah Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dalam sesi diskusi panel, Prof. Nurliah membahas mengenai pentingnya persiapan pemimpin sektor publik Indonesia dalam menghadapi era kecerdasan buatan dengan paparan bertajuk “Closing the Readiness Gap: Preparing Indonesia’s AI-Augmented Public Leaders”.

Konsep AI-Augmented Public Leaders

Prof. Nurliah memperkenalkan konsep AI-Augmented Public Leaders sebagai pemimpin publik yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai mitra strategis dalam memperkuat analisis kebijakan, pelayanan publik, manajemen krisis, dan perencanaan pembangunan jangka panjang. Menurutnya, AI seharusnya dilihat sebagai alat untuk memperkuat kualitas kepemimpinan, bukan sebagai pengganti manusia dalam pengambilan keputusan.

Transformasi pendidikan tinggi tidak hanya berkutat pada literasi digital atau penguasaan teknologi semata, melainkan membangun kapasitas lulusan untuk mengintegrasikan kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan demi menghasilkan kebijakan publik yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Paradigma Pendidikan: Learning – Earning – Serving

Diskusi panel membahas pentingnya perubahan paradigma pendidikan dari Learning to Earning menjadi Learning – Earning – Serving. Pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan individu yang tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan publik berkualitas, menciptakan nilai bagi masyarakat, dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

Indonesia perlu mempersiapkan “AI-Augmented Public Leaders” yang mampu menguasai teknologi AI sekaligus mengutamakan nilai-nilai pelayanan publik, demokrasi, dan tata kelola pemerintahan yang baik agar dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menciptakan pemerintahan yang inovatif, adaptif, inklusif, dan bersaing secara global.

Source link

TERBARU

JELAJAHI