Indonesia Siap Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia
Jakarta – Peluang ekspor beras premium Indonesia ke Malaysia semakin nyata dengan potensi pengiriman sebanyak 500 ribu ton. Perum Bulog dan pihak Malaysia kini tengah menyelesaikan negosiasi terkait harga pengiriman yang belum final.
Menurut Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, kesepakatan kuota ekspor tersebut berhasil dicapai setelah pertemuan dengan delegasi Sarawak, Malaysia di Surabaya. Rizal menyampaikan bahwa Malaysia bersedia mengimpor beras dalam jumlah signifikan sekitar 500 ribu ton.
Harga Pengiriman Masih Jadi Fokus Negosiasi
Penawaran awal dari Malaysia mencapai Rp 16.000 per kilogram atau sekitar 3,7 ringgit Malaysia untuk beras premium dengan tingkat pecahan 5%. Rizal menganggap tawaran tersebut dapat diterima namun Bulog masih berusaha untuk mencapai angka yang lebih menguntungkan.
Langkah ekspor ini dilakukan atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga agar harga jual beras tidak terlalu rendah. Bulog berkoordinasi dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk merumuskan harga final yang menguntungkan petani dan negara.
Teknis Distribusi dan Opsi Pengiriman
Untuk mematangkan teknis distribusi, Bulog akan mengirimkan tim direksi ke Sarawak guna mempertimbangkan dua opsi skema pengiriman yang telah disiapkan. Opsi pertama adalah pengiriman antarpelabuhan (port to port) dan opsi kedua melibatkan jalur darat dari gudang Pontianak melalui Kalimantan Barat menuju Sarawak.

