spot_img
18.9 C
London
spot_img
HomeBeritaMBG Mendorong Pertumbuhan UMKM Lokal dengan Kuat

MBG Mendorong Pertumbuhan UMKM Lokal dengan Kuat

Program MBG Melibatkan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat gizi kepada masyarakat, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, sebanyak 57.600 UMKM telah terlibat sebagai pemasok dalam program MBG.

Peran UMKM dalam Rantai Pasok Program MBG

Maman Abdurrahman juga menjelaskan bahwa program MBG melibatkan ribuan koperasi, BUMDes, pemasok, dan Koperasi Desa Merah Putih. Pengelolaan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mayoritas dijalankan oleh pengusaha menengah, sementara pelaku usaha mikro dan kecil berperan dalam penyediaan bahan pangan dalam rantai pasok program.

“Pembangunan dapur banyak dilakukan pengusaha menengah karena membutuhkan modal yang besar. Keterlibatan UMKM dalam program ini harus dibuka lebar,” ujar Maman Abdurrahman.

Kolaborasi Ekonomi Kerakyatan untuk Sukseskan Program MBG

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa program MBG dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional jika dijalankan secara maksimal. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, menekankan pentingnya kolaborasi ekonomi kerakyatan dalam mendukung keberhasilan program MBG.

Sony Sanjaya menambahkan bahwa dana yang dialokasikan ke daerah harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penguatan ekonomi rakyat, seperti petani, peternak, koperasi, BUMDes, dan UMKM lokal.

Dengan pendekatan kolaboratif dan pemberdayaan UMKM, program MBG diharapkan bisa tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui gizi yang baik tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah. Sinergi ekonomi kerakyatan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Source link

TERBARU

JELAJAHI