Danantara Percepat Proyek PSEL di Sejumlah Daerah
Jakarta – Kementerian terus memperkuat langkah penanganan sampah nasional dengan mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.
Melalui PT Danantara Investment Management, Danantara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan proyek PSEL di enam wilayah, yaitu Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Kabupaten Bekasi.
Sinergi Penanganan Sampah
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menangani persoalan sampah perkotaan yang semakin mendesak.
Zulhas menjelaskan bahwa pembangunan PSEL difokuskan pada daerah dengan kondisi darurat sampah, terutama wilayah yang memiliki timbunan lebih dari 1.000 ton per hari. Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di sekitar 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Peran Strategis PSEL
Pemerintah menilai pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi bersih yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini dilakukan dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa proyek PSEL adalah investasi besar yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan ketahanan energi nasional. Percepatan pembangunan proyek ini membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Sebagai dasar percepatan program, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menjadi landasan pembangunan PSEL di berbagai daerah.
Dengan nilai investasi mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun, proyek PSEL diharapkan dapat mempercepat penanganan sampah nasional dan mendukung transisi menuju energi bersih secara efektif.

