PP TUNAS: Regulasi Perlindungan Anak di Era Digital
Transformasi digital membawa manfaat besar, namun juga tantangan serius bagi perlindungan anak. Pemerintah Indonesia merespons hal ini melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP TUNAS.
Platform Gim Roblox Terapkan Sistem Verifikasi Usia
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memberikan apresiasi terhadap platform gim Roblox yang telah menerapkan sistem verifikasi usia bagi penggunanya di Indonesia. Di antara 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, sekitar 23 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Roblox menghilangkan fitur komunikasi dengan orang tidak dikenal bagi pengguna di bawah usia tertentu, sesuai dengan prinsip utama PP TUNAS, yakni pembatasan interaksi berisiko serta pengendalian konten yang dapat membahayakan anak. Fitur pengaturan waktu layar yang dapat dikendalikan orang tua juga menjadi instrumen penting dalam mencegah kecanduan gim.
Dukungan dari Berbagai Platform Digital
Pemerintah mencatat bahwa delapan platform digital besar, termasuk Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, YouTube, dan TikTok, telah menyatakan komitmen terhadap implementasi PP TUNAS. Sinergi ini menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab bersama.
Kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Hal ini dianggap membantu menciptakan disiplin digital sejak dini agar anak-anak tidak terpapar risiko digital secara berlebihan selama masa belajar.
Perlindungan dari Ancaman Terorisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menyoroti pentingnya PP TUNAS dalam melindungi generasi muda dari propaganda radikal. Upaya mitigasi terus dilakukan agar anak-anak tidak menjadi target empuk jaringan terorisme yang memanfaatkan teknologi digital sebagai medium penyebaran.
PP TUNAS berlaku bagi seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), baik publik maupun privat. Setiap platform diwajibkan melakukan penilaian profil risiko berdasarkan tujuh aspek krusial untuk menentukan tingkat risiko dan klasifikasi layanan bagi anak.
Peran Masyarakat dalam Literasi Digital
Forum Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman dan mahasiswa diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menyosialisasikan PP TUNAS. Literasi digital yang ditingkatkan menjadi kunci dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman di ruang digital.
Kolaborasi multipihak diperlukan untuk memastikan keberhasilan implementasi PP TUNAS. Dukungan platform, pengawasan orang tua, serta literasi digital yang berkelanjutan menjadi fondasi dalam menciptakan ruang digital yang aman dan mendukung pertumbuhan generasi muda.

