spot_img
17.6 C
London
spot_img
HomeKesehatanTrauma Psikologis pada Korban Kecelakaan Kereta

Trauma Psikologis pada Korban Kecelakaan Kereta

Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

Pada malam Senin, 27 April 2026, sebuah kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api (KA) Argo Bromo mengguncang masyarakat.

Proses Terjadinya Kecelakaan

Menurut Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, peristiwa tragis itu bermula dari kecelakaan di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal. Sebuah taksi tertabrak KRL di jalur perlintasan, menyebabkan gangguan dalam perjalanan KRL dan terpaksa membuat kereta berhenti.

Franoto menjelaskan, “KRL itu berhenti karena ada taksi yang tertabrak di perlintasan dekat Bulak Kapal.” Akibat kejadian tersebut, KRL terhenti di tengah rel. Di sisi lain, KRL lainnya arah Cikarang terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden kecelakaan di depannya.

Dampak Kecelakaan

KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur akhirnya ditabrak KA Argo Bromo yang melaju dari arah Jakarta. KA tersebut menabrak bagian belakang KRL yang berhenti, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka yang cukup parah.

Kepala Badan Pengelola Investasi, Danantara Rosan Roeslani, menyatakan bahwa terdapat 15 korban jiwa akibat tabrakan tersebut. Sedangkan 88 orang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit, dengan 28 di antaranya sudah pulang setelah mendapat perawatan.

Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Semoga kejadian tragis seperti ini tidak terulang di masa depan.

Source link

TERBARU

JELAJAHI