Berita Viral: Bahaya Mengikat Kaki Bayi di Daycare, Hati-hati Tanda-tanda Berikut
Berbahaya Bagi Tumbuh Kembang Bayi
Kasus Daycare Little Aresha di Yogyakarta viral di media sosial dan memicu kekhawatiran para orang tua. Salah satu hal yang mencuat adalah dugaan praktik mengikat kaki bayi, yang memiliki risiko serius terhadap tumbuh kembang anak.
Menurut Ketua Health Collaborative Center (HCC), dr. Ray Wagiu Basrowi, bayi membutuhkan kebebasan bergerak untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Pembatasan gerak pada bayi bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga dapat berdampak serius secara fisik dan psikologis.
Dampak Serius Bagi Perkembangan Anak
Mengikat kaki bayi dapat menghambat perkembangan motorik kasar. Bayi yang seharusnya aktif mengeksplorasi gerakan akan kehilangan kesempatan untuk melatih otot dan koordinasi tubuhnya. Selain itu, pembatasan gerak juga berdampak pada perkembangan otak, di mana otak membangun koneksi antara sensorik dan motorik.
Dari sisi emosional, bayi yang diikat berisiko mengalami stres, merasa tidak nyaman, panik, bahkan menangis berlebihan. Jika tidak segera diatasi, hal ini dapat memengaruhi kelekatan dan rasa percaya bayi terhadap lingkungannya.
Peringatan untuk Orang Tua
Ray menyarankan orang tua untuk peka terhadap tanda-tanda bahaya, terutama jika anak dititipkan di daycare. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain bayi takut saat ditinggal, menangis berlebihan, munculnya bekas luka, hingga gangguan pola tidur dan nafsu makan.
Sebagai langkah pencegahan, orang tua disarankan untuk rutin memeriksa kondisi tubuh anak, mengamati perubahan perilaku, serta menjalin komunikasi terbuka dengan daycare. Untuk memastikan kondisi lingkungan pengasuhan, disarankan untuk melakukan kunjungan mendadak.
Orang tua harus percaya pada intuisi mereka. Jika ada yang terasa tidak wajar, segera ditindaklanjuti. Lakukan langkah-langkah ini untuk menyelamatkan tumbuh kembang anak dari dampak negatif yang tidak diinginkan.

