Pasar logam mulia saat ini sedang mengalami dinamika yang tinggi, terutama harga emas dan perak yang fluktuatif. Sementara itu, investasi dalam aset kripto berbasis aset tradisional seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON) semakin diminati. Menurut laporan dari Investor.id, harga emas Antam sempat melonjak hingga Rp2.902.000 per gram pada awal kuartal kedua tahun ini. Kondisi ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pelemahan harga sebelumnya, menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Investasi dalam aset kripto TradFi seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON) juga semakin diminati. XAUT, misalnya, merupakan aset digital yang setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, transparan melalui teknologi blockchain. Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, memungkinkan aset-aset kripto ini diperdagangkan langsung menggunakan mata uang Rupiah.
Untuk mendorong diversifikasi aset digital, Bittime menawarkan program promosi eksklusif dengan deposit minimum Rp1.000.000, membuat pelanggan berkesempatan mendapatkan cashback dalam bentuk aset emas digital Tether Gold ($XAUT) hingga Rp1.000.000. Bittime juga menyediakan fitur flexible staking dengan Annual Percentage Yield (APY) hingga 10% bagi pengguna baru, memungkinkan investor untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset kripto tanpa mengunci dana dalam jangka waktu tertentu.
Namun, penting untuk diingat bahwa investasi dalam aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan likuiditas. Oleh karena itu, investor disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan komunitas terpercaya sebelum melakukan keputusan investasi. Press release ini juga dapat ditemukan di VRITIMES.

