Kanker kolorektal pada tahap awal seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga sulit untuk dideteksi. Namun, semakin tinggi stadium kanker tersebut, gejalanya pun bisa muncul namun tidak spesifik. Dr. dr. Albertus Ari Adrianto, Sp.B, Subsp.BD(K) menjelaskan bahwa gejala kanker kolorektal seperti perasaan tidak enak di perut dan perubahan pola buang air besar bisa menjadi tanda awal. Perubahan pola BAB, seperti sembelit atau bahkan tidak BAB berhari-hari, juga bisa menjadi petunjuk adanya masalah. Selain itu, perhatian juga perlu diberikan pada bentuk feses yang berubah, yang bisa menjadi pertanda yang perlu diwaspadai.
Ari juga menekankan bahwa perubahan pola buang air besar yang terus menerus tidak boleh diabaikan, meskipun gejalanya tidak spesifik. Banyak masyarakat yang menganggap remeh gejala tersebut, sehingga seringkali pasien datang dalam kondisi yang sudah terlambat untuk pengobatan. Oleh karena itu, penting bagi individu yang berusia 45 tahun ke atas untuk melakukan skrining kanker kolorektal secara rutin. Dengan melakukan skrining, kanker kolorektal bisa dideteksi lebih dini sehingga penanganan dan kesembuhan dapat menjadi lebih optimal. Pengetahuan mengenai gejala dan pentingnya skrining kanker kolorektal diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini untuk mencegah risiko kanker kolorektal yang lebih parah.

