Infeksi virus HPV bisa terjadi pada usia di bawah 15 tahun dan dapat bertahan lama sampai memicu kanker pada masa dewasa. Penting untuk memahami bahwa menunda vaksinasi hingga dewasa dapat membuat imunisasi menjadi kurang efektif jika virus sudah masuk ke dalam sel-sel leher rahim. Maka dari itu, pemberian vaksin di usia 11 tahun menjadi langkah krusial untuk melindungi diri jangka panjang dari risiko tersebut.
Dr. Soedjatmiko juga memberikan klarifikasi mengenai beberapa kesalahpahaman yang sering muncul terkait vaksin HPV. Vaksin HPV sebenarnya tidak mengandung virus HPV, melainkan protein yang menyerupai kapsul HPV yang tidak aktif dan tidak berbahaya. Hasil penelitian di berbagai negara juga menunjukkan bahwa vaksin HPV aman, tidak menyebabkan infertilitas atau kemandulan, dan dapat diberikan pada anak-anak sebelum atau saat mereka menstruasi.
Selain itu, tidak diperlukan pemeriksaan seperti pap smear, IVA, atau tes DNA HPV sebelum menerima vaksinasi. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di lengan, bukan di bagian tubuh lain seperti yang mungkin sering disalahpahami. Dengan pemahaman yang jelas mengenai vaksin HPV, diharapkan masyarakat lebih percaya dan bersedia untuk melindungi diri dari bahaya penyakit tersebut.



