Penanggulangan HIV/AIDS di kalangan remaja membutuhkan pendekatan yang komprehensif yang melibatkan tiga jenis intervensi utama, yaitu intervensi perubahan perilaku (IPP), intervensi biomedis, dan intervensi struktural. Menurut Erlian Rista Aditya, direktur The Meeting Targets and Maintaining Epidemic Control (EpiC) Indonesia, IPP berkaitan dengan aspek promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya infeksi HIV. IPP melibatkan berbagai kegiatan seperti edukasi HIV/AIDS, promosi perilaku aman, tes HIV, kampanye media digital, dan skrining HIV berbasis komunitas. Intervensi biomedis lebih berfokus pada mereka yang sudah terinfeksi HIV dengan tujuan mengurangi penularan virus, meningkatkan kualitas hidup pasien HIV, serta menekan angka kesakitan dan kematian. Sementara itu, intervensi struktural bekerja pada tingkat lingkungan dan sistem sosial untuk menciptakan kondisi mendukung pencegahan dan penanganan HIV. Aan menekankan bahwa ketiga jenis intervensi ini harus dijalankan secara simultan dan terintegrasi untuk mencapai hasil yang optimal. Tidak ada pendekatan tunggal yang bisa mengatasi permasalahan HIV/AIDS ini, tetapi dengan pendekatan terpadu, dampaknya dapat lebih signifikan.


