spot_img
16.3 C
London
spot_img
HomeKriminalPerjalanan Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri Baru

Perjalanan Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri Baru

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo setelah sebelumnya memperoleh persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna.

Penunjukan tersebut menutup perjalanan karier Suyudi selama lebih dari tiga dekade di lingkungan Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, penanganan perkara pidana, kepemimpinan kewilayahan, hingga memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dibentuk dari pengalaman reserse

Suyudi lahir pada 14 Juli 1973. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sespimti Polri. Pada awal pengabdiannya, ia sempat menjalani penugasan di lingkungan Brimob sebelum banyak berkarier di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Di Polda Metro Jaya, Suyudi menempati sejumlah jabatan di fungsi reserse. Ia pernah menjadi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri. Ia juga pernah memimpin sejumlah kepolisian sektor, yakni Polsek Metro Pasar Minggu, Polsek Metro Tanah Abang, dan Polsek Metro Penjaringan.

Karier kewilayahannya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat. Pada 2017, Suyudi masuk jajaran Bareskrim Polri dan mendapat tugas sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.

Setelah kembali ke Polda Metro Jaya, ia menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum pada 2019. Dalam posisi tersebut, Suyudi turut berada dalam lingkup penanganan penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Saat itu, ia menyatakan akan melanjutkan perkara yang sebelumnya ditangani jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dari Polda Banten ke BNN

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, 26 Juni 2024, ia dipromosikan sebagai Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.

Selama memimpin Polda Banten, rekam jejak yang disampaikan mencatat 4.155 tindak pidana ditangani sepanjang 2024. Sebanyak 3.509 perkara di antaranya berhasil diselesaikan. Kasus-kasus tersebut mencakup kejahatan konvensional, perkara ekonomi, serta kejahatan berbasis internet.

Pada Agustus 2025, Suyudi dimutasi menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur. Tidak lama kemudian, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025, menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom. Pangkat Suyudi naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025.

Salah satu perkara besar selama ia memimpin BNN adalah pengungkapan jaringan narkotika internasional yang berkaitan dengan penyelundupan sekitar dua ton sabu. Dalam operasi bersama sejumlah pihak, BNN menangkap Dewi Astutik alias PA di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025. Narkotika yang terkait dengan perkara itu diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun.

Bekal menuju kursi Kapolri

Selain menyelesaikan pendidikan PTIK pada 2003 dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), Suyudi memiliki gelar Sarjana Hukum dan Magister Sains. Pada 31 Januari 2026, Universitas Tarumanegara menganugerahinya gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum. Ia juga menerima sejumlah tanda jasa, termasuk Bintang Bhayangkara.

Nama Suyudi kemudian diajukan sebagai calon Kapolri. Setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI serta memperoleh persetujuan dalam Rapat Paripurna, ia dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026. Pengalaman dari fungsi reserse, kepemimpinan di berbagai wilayah, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Polda Banten, dan BNN kini menjadi bagian dari rekam jejaknya dalam memimpin Polri.

Source link

TERBARU

JELAJAHI