spot_img
16.3 C
London
spot_img
HomeBerita**Oberlin dan Fesdikari Serap Aspirasi Guru P3K Samarinda**

**Oberlin dan Fesdikari Serap Aspirasi Guru P3K Samarinda**

Para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi kepada Ketua Umum Fesdikari, Oberlin, S.H., M.E., M.M., dalam pertemuan di SDN 005 dan SMPN 046 Samarinda Kota, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPC Fesdikari Kota Samarinda, Wahyudin. Keduanya berdialog langsung dengan para guru untuk menggali kondisi, kebutuhan, serta berbagai perhatian tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya.

Dialog berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan. Para guru mendapat kesempatan menyampaikan pandangan dan masukan secara langsung, termasuk persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas serta kesejahteraan mereka.

Oberlin: Aspirasi Guru Menjadi Masukan Penting

Oberlin mengatakan, pertemuan tatap muka dengan para guru penting untuk memahami situasi yang mereka hadapi di lapangan. Menurut dia, guru memiliki peran strategis dalam mencerdaskan generasi bangsa sehingga aspirasi yang berkaitan dengan tugas dan kesejahteraan tenaga pendidik perlu mendapat perhatian.

“Kami hadir untuk mendengarkan secara langsung aspirasi para guru. Apa yang disampaikan menjadi masukan penting untuk diperjuangkan dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Oberlin.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang komunikasi yang memperkuat hubungan antara guru dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Fesdikari juga menyatakan komitmennya untuk terus membuka dialog dengan tenaga pendidik serta menyerap aspirasi dari lapangan sebagai bahan untuk mendorong perbaikan di sektor pendidikan.

Wahyudin Soroti Rencana Perubahan Status P3K

Dalam kesempatan yang sama, Wahyudin mengingatkan kembali perjuangan yang selama ini dilakukan bersama para guru di Kota Samarinda, sekitarnya, dan Provinsi Kalimantan Timur secara keseluruhan.

Ia menyoroti adanya regulasi yang menurutnya akan dilakukan pemerintah pusat terkait status tenaga P3K. Wahyudin menyebut tenaga P3K penuh waktu akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN), sedangkan P3K paruh waktu diarahkan menjadi P3K penuh waktu.

Menurut Wahyudin, rencana tersebut perlu dikawal bersama agar perjuangan yang telah dilakukan para guru dapat terwujud. “Hal ini harus kita kawal, sehingga apa yang kita perjuangkan selama ini dapat terwujud,” tandasnya.

Pertemuan di dua sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya Fesdikari menyerap langsung aspirasi tenaga pendidik. Masukan yang disampaikan para guru selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Source link

TERBARU

JELAJAHI