Dispenser Air Reverse Osmosis: Kepraktisan dan Risiko Kesehatan
Dispenser air reverse osmosis (RO) semakin populer di rumah-rumah urban karena meningkatnya kesadaran akan kualitas air minum. Meskipun praktis, namun muncul pertanyaan seputar keamanan air RO dan air demineral jika dikonsumsi setiap hari. Apa sebenarnya fakta dan risiko kesehatannya? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dokter spesialis di Indonesia memberikan pandangan yang menarik.
Apa Sih Air Demineral dan Air RO?
Air demineral adalah air yang melalui proses penghilangan mineral seperti reverse osmosis. Sedangkan air RO adalah salah satu metode untuk menghasilkan air demineral dengan tingkat kemurnian tinggi. Di Indonesia, air demineral diatur oleh BPOM dan Kementerian Perindustrian dengan standar kualitas yang jelas.
Terkait Total Dissolved Solids (TDS) dalam air, WHO merekomendasikan agar air minum mengandung kalsium minimal 30 mg per liter. Hal ini penting karena konsumsi air rendah mineral dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Pendapat WHO dan Dokter Spesialis
WHO menyatakan bahwa mengonsumsi air rendah mineral terus-menerus dapat berdampak pada metabolisme tubuh dan keseimbangan mineral. Dokter spesialis gizi klinik dan dokter urologi di Indonesia juga menyoroti bahwa air rendah mineral berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang seperti osteoporosis, masalah gigi, dan gangguan kardiovaskular.
Apakah Air RO Aman untuk Konsumsi Harian?
Dari segi mikrobiologi, air RO aman karena proses penyaringannya efektif menghilangkan bakteri dan kontaminan kimia. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kekurangan mineral jika air RO menjadi sumber cairan utama dalam jangka panjang. Sistem RO modern kini dilengkapi dengan fitur remineralisasi untuk mengatasi hal ini.
Kesimpulan
Air RO dan air demineral dapat menjadi pilihan air minum dalam situasi tertentu. Namun, untuk konsumsi sehari-hari dalam jangka panjang, perlu memperhatikan kecukupan mineral agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk lebih bijaksana dalam memilih sumber air minum.

