Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita Soroti RAPBN 2027
Pada Senin malam, 31 Agustus 2026, Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita menggelar Diskusi Awal Pekan dengan tema “RAPBN 2027: Perspektif Ahli Ekonomi dan Pemerintahan Daerah”. Diskusi tersebut membahas dampak Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 terhadap kapasitas fiskal, otonomi, dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Desentralisasi bukan Sekedar Angka
Salah satu sorotan utama dalam diskusi tersebut datang dari Prof. Nurliah Nurdin, yang menekankan pentingnya melihat RAPBN 2027 sebagai bagian dari relasi konstitusional antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah. Menurutnya, otonomi daerah tidak hanya berkaitan dengan kewenangan, tetapi juga kapasitas fiskal yang memungkinkan daerah untuk mengambil keputusan dan memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
Ruang Fiskal Daerah dalam RAPBN 2027
Prof. Nurliah membahas struktur RAPBN 2027 dari perspektif hubungan fiskal pusat-daerah. Transfer ke Daerah dalam RAPBN tersebut bukan semata-mata uang dari pusat untuk daerah, tetapi bagian dari instrumen keuangan untuk mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi tanggung jawab daerah. Menurutnya, keberhasilan desentralisasi fiskal harus diukur dari seberapa besar keleluasaan fiskal yang dimiliki daerah.
Anticipatory Government dan Fiscal Trust
Prof. Nurliah juga menyoroti perlunya pemerintah beralih dari reactive government menuju anticipatory government. Pemerintah perlu membangun sistem pemantauan fiskal dan program secara real time untuk mengidentifikasi daerah yang mengalami tekanan fiskal atau persoalan lainnya lebih dini. Selain itu, penting bagi pusat dan daerah untuk membangun trust fiskal dalam hubungan mereka.

