Kesempatan Operasi Gratis Membawa Harapan Baru Bagi Anak-anak dengan Bibir Sumbing
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, kesempatan mengikuti operasi gratis yang digelar KukuBima bersama Yayasan TOP dan RS Permata Jonggol menjadi harapan besar bagi Novianti, ibu dari Maher, pasien bibir sumbing. Novi sangat bersyukur dengan bantuan ini yang meringankan beban keluarga yang sebelumnya khawatir soal biaya operasi.
Putra bungsunya, Maher (9 bulan), lahir dengan kondisi bibir sumbing sekaligus celah pada langit-langit mulut. Kondisi itu membuat Novianti dan keluarga harus memberikan perhatian ekstra sejak hari pertama sang anak lahir.
Kisah Haris dan Anaknya yang Berjuang dengan Bibir Sumbing
Sebagai ayah yang berprofesi sebagai pedagang gorengan, Haris Hidayat bersyukur mendapat kesempatan operasi gratis untuk anaknya, Hayat Banyuwira (9 tahun), yang juga mengidap bibir sumbing. Kondisi bibir sumbing tersebut memengaruhi aktivitas sehari-hari sang anak, terutama saat berbicara dan makan.
Sang anak sering merasa minder ketika berinteraksi dengan teman-temannya. Harapannya, dengan menjalani operasi ini, Hayat bisa lebih percaya diri dan tidak lagi merasa minder saat berhubungan dengan lingkungan sekitarnya.
Dukungan Sido Muncul bagi Anak-anak dengan Bibir Sumbing
Program operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit yang dijalankan Sido Muncul sejak 2018 telah memberikan harapan baru bagi banyak anak-anak di Indonesia. Kolaborasi dengan Yayasan TOP dan RS Permata Jonggol telah berhasil membantu 774 pasien menerima bantuan operasi bibir sumbing.
Sido Muncul, yang akan memasuki usia ke-75 pada November 2026 mendatang, terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui program operasi ini.

