Anak di Daycare: Cara Orangtua Bisa Membuat Mereka Mau Bercerita
Orangtua sering kali penasaran dengan aktivitas anak saat berada di daycare, terutama setelah beberapa kejadian memprihatinkan terkait dugaan kekerasan dan penelantaran di beberapa daycare di Indonesia. Namun, tidak semua anak mau atau bisa bercerita dengan detail kepada orangtuanya.
Membuat Anak Merasa Aman
Menurut psikolog klinis Jovita Maria Ferliana, kunci utama agar anak mau bercerita adalah membuatnya merasa aman. Anak akan lebih terbuka ketika ia merasa nyaman dan tidak dalam posisi “diinterogasi” saat ditanya.
Jovita menyarankan agar orangtua menggunakan pertanyaan terbuka daripada tertutup ketika ingin berkomunikasi dengan anak tentang aktivitas di daycare. Sebagai contoh, alih-alih bertanya “hari ini baik-baik saja kan?”, lebih baik bertanya pada anak dengan pertanyaan spesifik seperti “hari ini kamu main sama siapa?” atau “apa yang paling seru yang kamu lakukan di daycare tadi?”.
Komunikasi melalui Media Bermain
Selain melalui percakapan langsung, orang tua juga dapat menggunakan media bermain sebagai cara untuk memfasilitasi komunikasi dengan anak. Kegiatan seperti menggambar, bermain boneka, atau roleplay dapat membantu anak untuk mengekspresikan pengalaman dan perasaannya dengan lebih nyaman.
Validasi perasaan anak juga merupakan hal penting dalam merespons cerita yang disampaikan anak. Jovita menekankan pentingnya bagi orangtua untuk tidak langsung menghakimi atau panik ketika mendengar cerita yang disampaikan anak. Sebagai gantinya, orang tua sebaiknya memvalidasi perasaan anak terlebih dahulu sebelum memberikan tanggapan.

