spot_img
18.9 C
London
spot_img
HomeBeritaGus Ipul: Indonesia Emas 2045 dan Dampak Ketimpangan

Gus Ipul: Indonesia Emas 2045 dan Dampak Ketimpangan






Menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan Pemerataan Kesejahteraan

Menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan Pemerataan Kesejahteraan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-114 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Sabtu (9/5/2026). Gus Ipul menggarisbawahi pentingnya pemerataan kesejahteraan sebagai pijakan menuju Indonesia Emas 2045.

Membangun Peradaban Kesejahteraan

Dalam orasinya berjudul ‘Membangun Peradaban Kesejahteraan’, Gus Ipul menyoroti permasalahan kemiskinan yang sering kali diwariskan antar-generasi akibat ketidakadilan. Beliau menyatakan bahwa visi besar Indonesia pada tahun 2045 harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Gus Ipul juga menjelaskan upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan melalui program ‘Sekolah Rakyat’. Program ini memberikan kesempatan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin melalui kategori Desil 1 dan 2 DTSEN.

Pesan untuk Para Lulusan Baru

Selain itu, Gus Ipul mendorong para lulusan untuk menjadi pemecah masalah di masyarakat, bukan hanya mengejar kesuksesan pribadi. Beliau menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam memutus mata rantai kemiskinan yang kompleks.

Momen wisuda ini juga diwarnai oleh kisah inspiratif dari Muhammad Maulana Hamilurrosyad, seorang wisudawan. Maulana menyampaikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk meraih impian setinggi mungkin.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi Kementerian Sosial dan pimpinan universitas, termasuk Rektor UINSA Prof. Akhmad Muzakki dan Ketua Senat Prof. Moh. Ali Azis, yang memperkuat sinergi antara dunia akademis dan pemerintah dalam menjalin generasi unggul untuk masa depan Indonesia.

Sumber: Delik News

Source link

TERBARU

JELAJAHI