spot_img
17.6 C
London
spot_img
HomeKesehatanPenjelasan Dokter & Cara Mengatasi Serangan Panik Akibat GERD

Penjelasan Dokter & Cara Mengatasi Serangan Panik Akibat GERD

Makanan dan Gangguan Refluks Asam: Penjelasan Dokter dan Strategi Mengatasi

Bagi sebagian orang, menikmati makanan adalah momen yang sangat dinanti. Namun, bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), aktivitas ini bisa menjadi sumber kecemasan hingga serangan panik. Sensasi perih di dada, sesak napas, dan rasa pahit di mulut seringkali membuat penderita takut untuk makan, meskipun tubuh mereka membutuhkan asupan nutrisi yang mencukupi.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Ratri Saumi, menjelaskan bahwa GERD bukan sekadar masalah asam lambung berlebih. “Asam lambung memiliki peran penting dalam mencerna protein. Permasalahannya timbul ketika katup esofagus melemah dan asam lambung naik ke kerongkongan,” ujarnya.

Kondisi ini dapat memicu iritasi yang kemudian mengirim sinyal bahaya ke otak. Proses ini dikenal sebagai gut-brain axis, yang merupakan hubungan dua arah antara sistem pencernaan dan otak. Ketika otak menerima sinyal bahaya, tubuh bereaksi dengan meningkatkan hormon stres seperti kortisol.

Psikolog Klinis Mutia Qoriana menambahkan bahwa reaksi ini dapat memperparah keadaan. “Ketika otak menerima sinyal tidak nyaman dari lambung, tubuh akan mengartikulasikannya sebagai ancaman. Hal ini dapat memicu kecemasan berlebih bahkan serangan panik,” ujarnya.

Tidak jarang, penderita GERD mengalami ketakutan ekstrem yang dikenal sebagai thanatophobia, yaitu ketakutan akan kematian. Sensasi sesak di dada dan jantung berdebar sering kali membuat kondisi ini disalahartikan sebagai serangan jantung.

Masalahnya, siklus ini dapat menjadi sebuah lingkaran setan. Stres meningkatkan produksi asam lambung, sementara gejala GERD memicu stres yang lebih tinggi. Sebagai akibatnya, kondisi fisik dan mental saling memperburuk satu sama lain.

Untuk mengatasi hal ini, Ratri menyarankan pendekatan yang lebih komprehensif, bukan hanya mengandalkan obat penekan asam lambung. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah Protokol 5R: Remove, Replace, Reinoculate, Repair, dan Rebalance.

“Pendekatan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pencernaan secara menyeluruh, bukan hanya meredakan gejala sementara,” kata Ratri.

Selain itu, pemilihan makanan juga memainkan peran penting. Banyak penderita GERD terjebak dalam pola makan hambar yang justru menurunkan nafsu makan dan memicu stres. Padahal, makanan sehat tidak harus selalu terasa tidak enak.

Source link

TERBARU

JELAJAHI