Vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun, meskipun terjadi perubahan dari empat strain (quadrivalent) menjadi tiga strain (trivalent). Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak, Prof. DR. dr. Soedjatmiko, menjelaskan bahwa perubahan ini tidak mempengaruhi jadwal imunisasi maupun efektivitas perlindungan vaksin. Menurut Miko, vaksin influenza masih direkomendasikan setahun sekali untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Perubahan dari empat menjadi tiga strain dilakukan karena virus influenza yang beredar pun berkurang. Sebelumnya, vaksin quadrivalent mencakup virus influenza tipe B Yamagata, namun berdasarkan penelitian WHO, virus tersebut sudah tidak berkembang sejak 2017–2018. Oleh karena itu, vaksin trivalent tetap efektif dan memberikan perlindungan setara dengan vaksin quadrivalent sebelumnya.
Jadwal imunisasi vaksin influenza tetap sama meskipun terjadi pembaruan komposisi vaksin. Anak-anak yang baru pertama kali menerima vaksin akan mendapat dua dosis di awal serta diulang setiap tahun. Anak usia 6 bulan hingga 8 tahun akan mendapat vaksin dalam dua dosis dengan interval minimal empat minggu, sedangkan anak diatas 9 tahun cukup mendapat satu dosis pada pemberian awal.
Rekomendasi WHO menyatakan vaksin influenza trivalent cocok digunakan pada berbagai kelompok usia, dari balita hingga lansia, untuk melindungi dari virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) serta tipe B Victoria. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga tetap merekomendasikan pemberian vaksin influenza setiap tahun bagi orang dewasa.

