Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dzulkefly Ahmad, mengungkapkan peningkatan kasus penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) di Malaysia. Prevalensi masyarakat yang mengalami penyakit ginjal kronis meningkat dari 9 persen pada tahun 2011 menjadi 15,5 persen pada tahun 2025. Saat ini, lebih dari 5 juta orang di Malaysia mengalami penyakit gagal ginjal kronis, yang menyebabkan peningkatan jumlah orang yang menjalani cuci darah atau dialisis.
Setiap hari, rata-rata ada 28 warga Malaysia yang didiagnosis mengalami gagal ginjal dan memerlukan perawatan dialisis. Peningkatan kasus gagal ginjal kronis juga berdampak pada biaya pengobatan yang meningkat dari RM 572 juta pada tahun 2020 menjadi RM 3,3 miliar pada tahun 2025. Hal ini merupakan beban besar bagi pasien dan juga negara.
Dzulkefly Ahmad mengungkapkan kekhawatirannya tentang proyeksi bahwa lebih dari 106.000 warga Malaysia diperkirakan akan memerlukan perawatan dialisis pada tahun 2040 jika tindakan tidak diambil sekarang. Penyebab utama gagal ginjal di Malaysia adalah komplikasi dari diabetes melitus, sehingga pencegahan diabetes menjadi penting. Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah dengan menaikkan pajak minuman manis menjadi 90 sen per liter efektif mulai 1 Januari 2025. Kehati-hatian dan langkah-langkah pencegahan perlu diambil untuk mengurangi kasus gagal ginjal kronis di Malaysia.

