Ikan sapu-sapu, spesies invasif yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan, terbukti mengganggu keseimbangan ekosistem. Karakteristik ikan ini sangat toleran terhadap kondisi ekstrem, seperti tingkat oksigen rendah dan air tercemar. Dengan kemampuan berkembang biak yang cepat dan minimnya predator alami, ikan sapu-sapu mampu bersaing dengan ikan lokal, menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati yang pada akhirnya memengaruhi rantai makanan.
Menurut ahli kesehatan lingkungan, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH., Ph.D., dampak dari keberadaan ikan sapu-sapu juga melibatkan potensi degradasi fisik sungai akibat kebiasaan ikan ini membuat lubang di tebing sungai. Hal ini dapat meningkatkan risiko erosi tebing, peningkatan sedimentasi dan kekeruhan air, yang akhirnya menurunkan kualitas habitat ikan lainnya. Selain itu, keberadaan banyak populasi ikan sapu-sapu juga menjadi indikator kuat perairan tercemar.
Epidemiologi lingkungan juga menyoroti bahwa ikan sapu-sapu memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat dan menyerap polutan organik, yang dapat menjadi ancaman serius terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, pemantauan dan langkah-langkah pengendalian terhadap populasi ikan sapu-sapu sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

