Serangan jantung pada pria dan wanita memiliki perbedaan dalam gejala yang muncul. Pria cenderung mengalami nyeri dada berat, menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung, disertai keringat dingin, sesak napas, serta mual atau muntah. Wanita, di sisi lain, seringkali menunjukkan gejala yang lebih samar dan tidak khas. Hal ini dipengaruhi oleh faktor biologis seperti ukuran dan distribusi pembuluh darah koroner, peran hormon estrogen, dan ambang nyeri wanita yang lebih rendah. Estrogen memainkan peran penting dalam melindungi jantung dan pembuluh darah, terutama sebelum dan setelah menopause. Pada wanita, gangguan pada pembuluh darah biasanya terjadi di pembuluh darah kecil atau berupa penyempitan ringan yang menyebar, sehingga gejalanya tidak selalu berupa nyeri dada berat. Wanita cenderung memiliki risiko aterosklerosis dan penyakit jantung yang meningkat setelah menopause karena penurunan kadar estrogen dalam tubuh. Selain itu, wanita memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap nyeri viseral dan lebih terlibat dengan emosi dan stres dalam memproses nyeri. Hal ini menyebabkan wanita lebih sulit mengidentifikasi gejala serangan jantung, dengan hanya 54 persen wanita yang menyadari gejala mereka dibandingkan dengan 80 persen pria.

