Menjelang Lebaran, kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan pangan kembali menjadi perhatian. BPOM RI menemukan beberapa sampel takjil yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk kue mangkok yang positif mengandung zat berbahaya, seperti rodamin B. Pengawasan intensif dilakukan untuk memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi selama Ramadan. Dalam pengawasan di Jakarta, BPOM mengambil 222 sampel takjil dari berbagai lokasi penjualan dan menemukan 10 sampel yang mengandung bahan berbahaya. Rodamin B dan formalin adalah dua zat yang ditemukan dalam beberapa takjil, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Program intensifikasi pengawasan pangan BPOM tahun 2026 telah memeriksa 1.134 sarana peredaran pangan, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari pengawasan tersebut ditemukan 56.027 produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan, meningkat hingga 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, BPOM juga melakukan inspeksi langsung ke sejumlah sarana produksi dan ritel pangan, menemukan beberapa pelanggaran seperti overload dalam gudang penyimpanan beku yang berpotensi menurunkan kualitas pangan. Ini merupakan bagian dari upaya BPOM untuk menjaga keamanan pangan selama masa Idulfitri 1447 H.

