spot_img
13.6 C
London
spot_img
HomeKesehatanDokter Berbagi Pengalaman Tangani Kasus Campak Parah

Dokter Berbagi Pengalaman Tangani Kasus Campak Parah

Peningkatan kasus campak membuat orang tua perlu lebih waspada, demikian disampaikan oleh dokter spesialis anak Meisy Grania Amalinda Salekade. Meisy mengungkapkan pengalamannya menangani pasien anak yang menderita campak dengan gejala demam tinggi yang tak kunjung reda selama 10 hari berturut-turut. Menurutnya, orang tua perlu memahami apa itu campak dan gejalanya untuk lebih waspada terhadap penyakit ini.

Campak disebabkan oleh infeksi virus dari famili Paramyxovirus dan penularannya dapat terjadi melalui droplet atau udara. Virus ini bisa bertahan di udara atau permukaan benda selama beberapa jam, meningkatkan risiko penularan pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup. Gejala campak mirip dengan flu biasa namun dapat semakin parah dengan ciri khasnya. Orang tua perlu mengenali urutan gejalanya, mulai dari demam tinggi yang terus menerus, batuk, pilek, kondisi mata merah, sensitif terhadap cahaya, diare, hingga munculnya ruam merah yang menyebar dari wajah hingga tangan dan kaki. Ruam ini biasanya bertahan selama 7 hari sebelum mengelupas dan hilang. Saat mereda, warnanya akan berubah menjadi kehitaman sebelum menghilang secara sempurna. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang campak dan gejalanya, orang tua dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi anak-anak mereka dari penyakit ini.

Source link

TERBARU

JELAJAHI