Pasien asma dan PPOK perlu memperhatikan beberapa rekomendasi saat menjalani bulan puasa. Pertama, konsultasikan kondisi dengan dokter sebelum memulai puasa. Kedua, evaluasi risiko individual penting untuk menentukan kemampuan pasien dalam menjalani puasa. Selain itu, penyesuaian regimen pengobatan mungkin diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan selama puasa.
Edaran Kementerian Kesehatan Mesir memberikan panduan bagi pasien gangguan pernapasan selama bulan Ramadan. Hal serupa diharapkan juga dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia. Panduan Mesir meliputi pentingnya menjaga pola hidup sehat bagi pasien gangguan pernapasan. Pasien asma dan PPOK disarankan untuk tidak makan berlebihan saat buka puasa guna menghindari gangguan pernapasan. Selain itu, konsumsi cairan yang cukup antara waktu buka puasa dan sahur diperlukan untuk menjaga hidrasi.
Para pasien asma dan PPOK juga perlu mentaati anjuran dokter terkait penggunaan inhaler dan obat-obatan yang diperlukan. Dengan memperhatikan panduan dan rekomendasi yang diberikan, diharapkan pasien gangguan pernapasan dapat menjalani ibadah puasa dengan baik.

