PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance menegaskan kualitas portofolio pembiayaannya tetap terjaga setelah periode Lebaran 2026. Perusahaan memperkirakan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) akan tetap dalam batas risiko yang telah ditetapkan manajemen. Momentum Lebaran biasanya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, yang juga mendukung kemampuan nasabah untuk membayar.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyatakan bahwa perputaran ekonomi yang tinggi selama Lebaran secara historis berkontribusi pada stabilitas kualitas pembiayaan. Perusahaan berfokus pada manajemen risiko yang disiplin dan terukur, dengan proses underwriting yang lebih selektif dan sistem pemantauan yang efektif.
BRI Finance juga meningkatkan komunikasi dan edukasi kepada nasabah guna menjaga kelancaran pembayaran. Dalam menangani pembiayaan bermasalah, perusahaan menggunakan pendekatan persuasif dan solutif sesuai dengan kondisi dan kemampuan pembayaran nasabah.
Data internal terbaru menunjukkan bahwa rasio NPF BRI Finance masih dalam batas risiko yang telah ditetapkan manajemen. Wahyudi menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam proses penagihan untuk menjaga stabilitas kualitas pembiayaan dan mendukung kinerja berkelanjutan selama tahun 2026.

