Ketika menjalani puasa di bulan Ramadan, penting untuk tetap aktif dan tidak malas. Anda masih dapat melakukan aktivitas fisik untuk menjaga tubuh tetap bugar. Menurut dokter spesialis gizi klinik Gaga Irawan Nugraha, disarankan untuk melakukan senam ringan pada pagi hari setelah sahur, diikuti dengan aktivitas harian. Selama siang hari, disarankan untuk istirahat sejenak namun tetap aktif dengan melakukan berbagai aktivitas seperti berkebun, pergi ke pasar, atau menyiapkan makanan untuk berbuka puasa.
Olahraga tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh, dan dapat dilakukan setelah waktu ashar hingga menjelang maghrib. Jenis olahraga yang disarankan disesuaikan dengan usia, mulai dari intensitas ringan hingga berat, baik itu aerobik maupun anaerobik. Semakin tinggi intensitas olahraga, maka kebutuhan akan air juga semakin meningkat. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan olahraga intensitas berat menjelang waktu berbuka puasa.
Aktivitas fisik yang direkomendasikan selama puasa di bulan Ramadan telah disesuaikan dengan perubahan metabolisme tubuh selama puasa. Meskipun berada dalam keadaan puasa, aktivitas harian sebaiknya tetap berjalan seperti biasa untuk menjaga mekanisme adaptasi tubuh. Bagi yang mengalami obesitas, kadar trigliserida, dan kolesterol tinggi, berpuasa dapat membantu menurunkan berat badan dan kadar trigliserida selama melakukan pola makan dan aktivitas fisik dengan baik sesuai anjuran.

