Eric Dane meninggal dunia setelah 10 bulan berjuang melawan ALS, sebuah penyakit serius yang mengubah hidupnya. ALS, atau amyotrophic lateral sclerosis, adalah penyakit saraf progresif yang mengganggu sel saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf motorik ini bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal gerakan dari otak ke otot. Ketika sel saraf ini rusak dan mati, otot tidak lagi menerima sinyal tersebut, menyebabkan penderita hilang kemampuan untuk bergerak.
Penderita ALS dapat mengalami gejala awal seperti kelemahan ringan pada tangan atau kaki, yang kemudian berkembang menjadi kelumpuhan. Penanganan ALS saat ini hanya bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga kualitas hidup penderita, karena belum ada obat yang diketahui dapat menyembuhkannya.
ALS tidak memengaruhi indra seperti penglihatan atau pendengaran, namun hanya berdampak pada gerakan otot. Gejala awal yang sering diabaikan termasuk kelemahan pada lengan atau kaki, sering tersandung atau jatuh, kedutan otot, kesulitan berbicara, dan kesulitan menelan. Seiring waktu, gejala ALS bisa semakin berat, seperti kesulitan bernapas, suara melemah, dan kelumpuhan.
Penyebab pasti ALS masih belum diketahui, namun faktor genetik diyakini berperan dalam beberapa kasus. ALS dapat terjadi secara sporadik, acak tanpa riwayat keluarga, atau familial, diturunkan dalam keluarga akibat mutasi gen tertentu. Para peneliti juga terus mempelajari kemungkinan faktor lingkungan yang dapat memicu penyakit ALS.

