spot_img
2.7 C
London
spot_img
HomeKesehatanGERD Bukan Alasan Batal Puasa: Penjelasan Ahli

GERD Bukan Alasan Batal Puasa: Penjelasan Ahli

Bagi penderita GERD (gastroesophageal reflux disease), menjalani puasa Ramadan sering kali menimbulkan kekhawatiran. Banyak yang takut gejala asam lambung seperti nyeri ulu hati, mual, hingga sensasi panas di dada akan kambuh saat perut kosong seharian. Namun, pakar kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) menegaskan bahwa GERD bukan berarti tidak bisa berpuasa. “Penderita GERD tetap dapat berpuasa dengan aman,” tulis UI dalam laporannya. Syaratnya, kondisi penyakit terkontrol dan pasien mengikuti anjuran medis yang tepat. Artinya, puasa bukan hal yang otomatis harus dihindari oleh semua penderita GERD. Kuncinya ada pada pemahaman kondisi tubuh dan pengaturan pola makan yang benar.

Puasa justru dapat memberikan manfaat bagi sebagian penderita GERD. Selama Ramadan, pola makan menjadi lebih teratur, waktu istirahat relatif lebih terjaga, dan tingkat stres cenderung lebih terkendali. Kombinasi faktor tersebut bisa membantu menurunkan risiko kekambuhan gejala asam lambung. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa banyak pasien GERD merasa keluhannya berkurang selama menjalani puasa. Perubahan gaya hidup selama Ramadan membuat pola makan lebih terkontrol dan kondisi psikologis lebih stabil. Hal ini membuktikan bahwa kebiasaan hidup memiliki peran besar dalam mencegah munculnya gejala GERD.

Untuk menjalani puasa secara nyaman, penderita GERD perlu memperhatikan beberapa hal penting. Pengaturan waktu makan, pemilihan jenis makanan, dan kepatuhan minum obat harus dijaga dengan disiplin. Konsultasi dengan dokter sebelum Ramadan juga sangat disarankan untuk menyesuaikan jadwal terapi dan memastikan kondisi tubuh siap berpuasa. Dengan langkah yang tepat, ibadah dan kesehatan bisa berjalan beriringan.

Melansir rekomendasi dari National Institutes of Health (NIH), berikut tiga tips agar penderita GERD tetap nyaman selama puasa. Pertama, pilihlah makanan sehat dan mudah dicerna seperti oatmeal, pisang, melon, daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan. Hindari makanan berlemak tinggi, pedas, asam, dan gorengan berlebihan. Kedua, hindari tidur langsung setelah sahur atau berbuka untuk mencegah gejala GERD memburuk. Beri jeda minimal dua hingga tiga jam sebelum tidur. Ketiga, gunakan sandaran jika mengantuk setelah makan untuk menjaga posisi tubuh tetap terangkat dan mencegah asam lambung naik.

Dengan pemahaman yang tepat dan menjaga pola makan, penderita GERD tetap bisa menjalani puasa Ramadan tanpa harus ragu. Puasa tetap bisa dilakukan selama kondisi terkendali, pola makan dijaga, dan anjuran dokter dipatuhi.

Source link

TERBARU

JELAJAHI