Kulitan sensitif merupakan masalah yang semakin sering terjadi di kota-kota besar seperti Medan. Banyak orang mengira bahwa kulit yang merah, perih, gatal, atau terasa panas disebabkan oleh ketidakcocokan dengan produk perawatan kulit tertentu. Namun, menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari ERHA Central Medan, dr. Ariyati Yosi, MKed(KK), Sp.DVE, Subsp.DT, FINSDV, FAADV, kulit sensitif tidak hanya disebabkan oleh itu saja.
Yosi menjelaskan bahwa kulit sensitif biasanya muncul akibat berbagai faktor, termasuk lingkungan, kebiasaan perawatan, dan gaya hidup masyarakat perkotaan. Dia menegaskan bahwa kulit sensitif seringkali terjadi karena kelemahan skin barrier dan faktor penyebabnya sangat beragam. Di Medan, cuaca panas dan lembab sepanjang tahun membuat kulit rentan kehilangan kelembapan dan mudah mengalami iritasi, terutama jika terpapar polusi dan aktivitas padat serta penggunaan skincare tanpa pengetahuan yang tepat.
Yosi juga menyampaikan bahwa kombinasi cuaca dan kebiasaan perawatan yang tidak tepat seringkali menjadi pemicu iritasi kulit di Medan. Banyak pasien datang dengan masalah kulit setelah mencoba berbagai produk tren tanpa memahami kondisi kulitnya sendiri. Sebagian orang bahkan menganggap sensasi perih sebagai tanda bahwa skincare sedang bekerja, padahal sebenarnya itu adalah tanda kulit sedang iritasi, bukan kemajuan. Kesalahpahaman ini seringkali memperparah kondisi kulit jika tidak segera diatasi.


