25.1 C
Jakarta
HomeKesehatanPenyakit Paling Menguras Dana BPJS: Hipertensi hingga Diabetes

Penyakit Paling Menguras Dana BPJS: Hipertensi hingga Diabetes

Penyakit kronis tetap menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional di Indonesia. Hingga tahun 2025, lebih dari Rp50,2 triliun iuran peserta BPJS Kesehatan dialokasikan untuk membiayai pelayanan kesehatan terkait penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Angka ini mencerminkan tingginya beban penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengungkapkan bahwa dana tersebut digunakan untuk membayar layanan kesehatan sebanyak 59,9 juta kasus penyakit kronis.

Situasi ini mendorong BPJS Kesehatan untuk meningkatkan strategi promotif dan preventif, salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam lima tahun terakhir, terjadi peningkatan peserta JKN yang melakukan Skrining Riwayat Kesehatan secara signifikan. Dari 2,2 juta peserta pada tahun 2021, jumlahnya melonjak menjadi 79,5 juta peserta pada tahun 2025.

Lonjakan partisipasi ini dianggap positif karena menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini. Skrining Riwayat Kesehatan ditujukan untuk peserta JKN yang berusia 15 tahun ke atas dan dilakukan sekali dalam setahun. Peserta diminta untuk mengisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui risiko terkena penyakit kronis.

Hasil skrining menunjukkan bahwa sebanyak 34,6 juta peserta terdeteksi berisiko mengidap penyakit kronis. Beberapa penyakit yang muncul paling banyak adalah hipertensi, stroke, dan penyakit jantung, dengan total mencapai 23 juta peserta yang berisiko terkena. Di samping itu, sekitar 17 juta peserta juga terdeteksi berisiko mengidap diabetes melitus, yang seringkali berkembang tanpa adanya gejala awal yang jelas.

Selain itu, skrining juga mengidentifikasi peserta yang berisiko terkena penyakit kronis lainnya seperti kanker serviks, PPOK, TBC, hepatitis B, kanker paru, kanker payudara, hepatitis C, talasemia, hingga kanker usus. Inisiatif Skrining Riwayat Kesehatan ini diharapkan dapat membantu peserta JKN untuk lebih aware tentang kondisi kesehatan mereka sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan lebih dini.

Source link

Berita Terbaru

Berita Populer