Selama periode libur Natal dan tahun baru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami cuaca yang umumnya berawan dengan hujan ringan hingga sedang. Meskipun demikian, beberapa wilayah masih memiliki potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang perlu diwaspadai. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, serta potensi dampak hidrometeorologi yang mungkin muncul.
Faisal juga mengimbau agar selama perayaan Natal dan Tahun Baru, masyarakat dan pemangku kepentingan harus tetap tenang namun waspada, terutama dalam merencanakan aktivitas seperti perjalanan darat, laut, atau udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan perayaan pergantian tahun. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk La Niña lemah, Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, aliran angin dari Asia, suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia, serta aktivitas gelombang atmosfer seperti MJO, Kelvin, dan Rossby Ekuator yang mendukung pembentukan awan hujan.
Selain itu, adanya Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia selatan Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 96S di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) juga berdampak pada kondisi cuaca di beberapa wilayah dengan potensi hujan intensitas tinggi. Dengan adanya faktor-faktor ini, BMKG terus mengupdate informasi cuaca untuk membantu masyarakat menjaga keselamatan dan kewaspadaan selama libur Natal dan tahun baru.


