Instrumen yang baru diperkenalkan tidak hanya bertujuan sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai alat evaluasi yang penting. Sebagai contoh, jika sebuah sekolah memiliki skor tinggi dalam Indeks Kepedulian Lingkungan Sekolah (IPK-PLKS) namun skor siswanya rendah, hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam implementasinya. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pihak sekolah untuk melakukan evaluasi lebih lanjut.
Selain sebagai alat evaluasi, hasil penilaian dari instrumen ini juga dapat digunakan sebagai dasar bagi pembuat kebijakan untuk memberikan penghargaan atau insentif kepada sekolah yang secara nyata terlibat dalam kepedulian lingkungan. Dengan demikian, diharapkan bahwa penerapan instrumen ini dapat memberikan dorongan bagi sekolah untuk lebih aktif dalam upaya keberlanjutan lingkungan.
Di masa depan, instrumen ini diharapkan dapat berkembang menjadi sebuah indeks nasional. Dengan adanya indeks tersebut, baik sekolah, siswa maupun guru dapat melihat sejauh mana kemajuan kepedulian lingkungan mereka dan merumuskan langkah-langkah perbaikan yang dibutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan di kalangan sekolah dan membantu mendorong perubahan positif.
Pentingnya pembentukan indeks nasional ini juga disampaikan oleh Dian, yang mengungkapkan bahwa hal ini adalah langkah awal yang penting. Dengan adanya indeks tersebut, diharapkan sekolah, siswa, dan guru dapat dengan lebih mudah melihat kemajuan yang telah dicapai serta merumuskan strategi untuk memperbaiki kepedulian lingkungan mereka. Hal ini diharapkan dapat membantu mempercepat peningkatan kesadaran dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan hidup kita.

