spot_img
11.8 C
London
spot_img
HomeKesehatanCara Fikom UPDM (B) Cegah Stunting melalui Komunikasi dan Literasi Digital

Cara Fikom UPDM (B) Cegah Stunting melalui Komunikasi dan Literasi Digital

Dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan tingkat stunting di Indonesia, Fikom UPDM (B) telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sukaresmi, Bogor mulai bulan Juli hingga November 2025.

Dengan kerjasama Kelompok Masyarakat Desa (Pokmas), kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang komunikasi lingkungan guna mengurangi angka stunting di desa Sukaresmi. Kurangnya gizi kronis dan sanitasi yang buruk menjadi faktor pemicu stunting di desa ini, sehingga edukasi tentang lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak yang sehat sangat diperlukan.

Pokmas, yang mayoritas terdiri dari perempuan, berperan dalam meningkatkan literasi digital bagi warga desa. Hal ini membantu dalam mengidentifikasi informasi hoaks seputar kesehatan dan tumbuh kembang anak. Selain itu, literasi digital juga mempermudah pemahaman tentang gizi dan pemanfaatan bahan pangan lokal untuk makanan sehat.

Dr. Eni Kardi Wiyata, sebagai ketua PKM, menekankan pentingnya komunikasi dalam pencegahan stunting guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan menciptakan lingkungan sehat. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas komunikasi Pokmas dalam memberikan edukasi tentang penanganan stunting.

Kepala Desa Sukaresmi, Yaya Sunarya, menyoroti tingginya tingkat stunting di desanya dan pentingnya edukasi tentang menjaga lingkungan yang sehat. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk memperhatikan aspek kesehatan anak secara holistik, bukan hanya dari aktivitas bermain saja. Melalui upaya ini diharapkan masyarakat bisa lebih peduli terhadap sanitasi lingkungan.

Source link

TERBARU

JELAJAHI