Klarifikasi 24 Atlet Tuna Rungu yang Galang Dana untuk Ajang Internasional
Para atlet tuna rungu Indonesia tengah menghadapi polemik terkait penggalangan dana untuk berpartisipasi dalam Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 di Malaysia. Namun, Ketua Umum PATRIN, Dimyati Hakim, menjelaskan bahwa organisasi tidak mengetahui aksi ini.
Reaksi dari Ketua Umum PATRIN
Menurut Dimyati, PATRIN sebagai wadah atlet tuna rungu Indonesia tidak memiliki informasi tentang penggalangan dana yang dilakukan oleh 24 atlet tersebut. Kabar viral di media sosial tentang upaya para atlet mendapatkan dukungan finansial untuk acara di Malaysia tidak disadari oleh organisasi.
Dimyati menyatakan, “Berkaitan dengan isu penggalangan dana untuk pengiriman atlet ke luar negeri, kami sebagai organisasi dan satu-satunya, tidak mengetahui.” PATRIN memiliki kebijakan yang jelas mengenai partisipasi atlet dalam kompetisi internasional.
Dukungan PATRIN untuk Atlet Terafiliasi Internasional
Dalam pernyataannya, Dimyati menegaskan bahwa PATRIN siap memberikan dukungan kepada atlet yang memiliki afiliasi dengan federasi internasional yang mengatur cabang olahraga mereka. Organisasi ini fokus pada atlet-atlet yang secara resmi terhubung dengan badan pengatur olahraga global.
“Sikap kami jelas bahwa kami akan mendukung yang memang punya afiliasi dengan internasional di organisasinya,” ujar Dimyati sebagai klarifikasi atas polemik penggalangan dana yang belum dipahami sebelumnya.
Sumber: Liputan6.com

