spot_img
13.9 C
London
spot_img
HomeBeritaDr. Arjaty Wahidah Daud, KNKP: Gelar Doktor Administrasi Publik Terbaik

Dr. Arjaty Wahidah Daud, KNKP: Gelar Doktor Administrasi Publik Terbaik

Arjaty Wahidah Daud Raih Gelar Doktor Administrasi Publik di Universitas Terbuka

Tangerang Selatan, 15 Juni 2026 – Sebuah momen bersejarah terjadi di Universitas Terbuka hari ini. Dr. dr. Arjaty Wahidah Daud, MARS., FISQua., CERG., QRGP., QRMA., CGRCP., berhasil meraih gelar Doktor Administrasi Publik secara luar biasa. Sidang promosinya berlangsung di Ruang Rasamala, Gedung Wisma 2, Lantai Dasar Universitas Terbuka. Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka memimpin jalannya sidang dengan lancar hingga Arjaty resmi menyandang gelar Doktor.

Riwayat dan Kontribusi Arjaty Wahidah Daud dalam Keselamatan Pasien

Arjaty terlahir di Manado, Sulawesi Utara pada 17 Januari 1969. Ia adalah seorang praktisi kesehatan, akademisi, konsultan, dan ahli manajemen rumah sakit. Melalui dedikasinya, Arjaty berhasil mencapai gelar Doktor setelah mempertahankan disertasinya dengan baik. Disertasinya berfokus pada model Enterprise Risk Management (ERM) dalam pelayanan publik di Rumah Sakit Provinsi DKI Jakarta.

Sebelum meraih gelar Doktor, Arjaty telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran di Universitas Sam Ratulangi pada tahun 1995. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia dan mendapatkan berbagai sertifikasi internasional terkait manajemen risiko dan keselamatan pasien.

Penelitian dan Temuan Arjaty Wahidah Daud

Penelitian Arjaty menemukan bahwa penerapan manajemen risiko di RSUD Tarakan Provinsi DKI Jakarta belum optimal. Risiko klinis masih mendominasi tanpa terintegrasi ke dalam aspek strategis dan operasional rumah sakit. Faktor pendukungnya meliputi regulasi dan komitmen pimpinan, sementara faktor penghambatnya termasuk budaya sadar risiko yang rendah dan keterbatasan kompetensi SDM.

Hasil penelitiannya menghasilkan Model ERM yang terintegrasi, menggabungkan kerangka COSO ERM 2017 dengan paradigma administrasi publik. Model tersebut dirancang untuk mengelola risiko secara holistik dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit publik.

Sumber: aspirasipublik.com

Source link

TERBARU

JELAJAHI