spot_img
17.6 C
London
spot_img
HomeBeritaMomentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Dalam menghadapi gejolak geopolitik di kawasan Teluk, terutama gangguan di Selat Hormuz, industri baja nasional harus memperkuat ketahanan dan daya saingnya. Disrupsi dalam jalur logistik global tidak hanya menyebabkan kenaikan biaya energi dan distribusi, tetapi juga mengubah arus perdagangan baja dunia.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) merespons kondisi ini dengan terus memperkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, dan penguatan rantai pasok yang lebih adaptif. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat fundamental industri baja nasional.

Selain itu, Krakatau Steel juga mendorong dukungan kebijakan yang responsif dan penguatan pengawasan perdagangan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan perlindungan pasar domestik. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, mengatakan bahwa gangguan tersebut telah mengalami perkembangan dari hambatan logistik menjadi disrupsi sistemik yang memengaruhi distribusi bahan baku dan produk baja secara global.

Industri baja nasional saat ini menghadapi tekanan ganda, di mana pasokan bahan baku semi-finished berisiko terganggu akibat hambatan distribusi dari kawasan Timur Tengah. Pergeseran arus perdagangan global juga berpotensi meningkatkan masuknya produk baja impor ke pasar domestik dengan harga kompetitif, yang dapat menekan harga dan pangsa pasar produsen dalam negeri.

Source link

TERBARU

JELAJAHI