Pemerintah India dan Indonesia menegaskan kemitraan strategis mereka dalam sektor baja dan mineral kritis melalui India–Indonesia Critical Minerals Conference yang diadakan di Hotel JW Marriott Jakarta. Konferensi tersebut diinisiasi oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama dengan Indonesian Chamber of Commerce in India (IndCham), dan menghadirkan pejabat pemerintah, pelaku industri, asosiasi pertambangan, dan lembaga keuangan dari kedua negara.
Dalam acara ini, Secretary Ministry of Steel Pemerintah India melakukan kunjungan resmi ke Indonesia untuk memperkuat kerjasama dalam rantai pasok baja dan mineral strategis. Ada penekanan terhadap kebutuhan global akan nikel, baja nirkarat, dan bahan baku transisi energi yang semakin meningkat.
Komitmen tingkat tinggi untuk memperkuat kerja sama mineral kritis diungkapkan dalam konferensi ini, dimana India menganggap Indonesia sebagai mitra kunci dalam arsitektur rantai pasok mineral global. Kolaborasi antara kedua negara tidak hanya berfokus pada perdagangan bahan mentah, tetapi juga pada pengembangan industri hilir dan investasi jangka panjang.
Melalui forum ini, dibahas juga tentang pentingnya ketahanan rantai pasok baja dan bahan baku, terutama dalam menjaga pasokan bahan baku yang stabil dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas produksi baja nasional India. Diskusi panel dan presentasi oleh para ahli menyoroti tantangan dan peluang dalam membangun rantai pasok baja yang tangguh, diversifikasi sumber bahan baku, dan menghadapi ketidakpastian global.
Indonesia sendiri turut menyumbangkan perspektifnya dalam diskusi, terutama terkait strategi pengendalian pasar nikel yang dikuasainya sebagian besar pasokan dunia. Kolaborasi antara Indonesia dan India, baik dalam industri baja dan nikel, dianggap sebagai langkah strategis dalam menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi kedua negara.
Panel lanjutan mengupas lebih dalam tentang sektor mineral kritis dan bagaimana kebijakan, teknologi, dan investasi akan memengaruhi masa depan industri global. Kerjasama antara produsen dan konsumen mineral kritis menjadi sangat penting untuk menciptakan rantai pasok yang stabil dan berkelanjutan.
Acara ini kemudian ditutup dengan kesan positif, dimana terbuka peluang konkret bagi perusahaan dari Indonesia dan India untuk menjalin kemitraan yang kuat di sektor baja dan mineral kritis. Dengan demikian, forum ini menandai langkah awal dalam pembangunan diplomasi ekonomi antara Indonesia dan India, terutama dalam sektor yang semakin strategis di peta ekonomi global.

