Menjelang Ramadan, banyak ibu menyusui seringkali merasa cemas tentang produksi ASI mereka selama bulan puasa. Namun, dengan perhatian yang tepat terhadap asupan gizi, khususnya saat sahur, produksi ASI tetap dapat optimal. Guru Besar Ilmu Gizi dari IPB University, Prof Rizal M, menekankan bahwa kualitas ASI sangat bergantung pada apa yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui untuk memperhatikan menu sahur agar ASI tetap lancar dan bergizi selama Ramadan.
Dalam menyusun menu sahur, ada beberapa komposisi penting yang perlu diperhatikan, antara lain protein berkualitas, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serta sayur dan buah. Protein berkualitas, yang merupakan bahan baku utama ASI, dapat diperoleh dari telur, ikan, daging, tempe, dan tahu. Sementara itu, lemak sehat dibutuhkan untuk kualitas ASI dan sumber energi jangka panjang, yang bisa diperoleh dari alpukat, ikan berlemak, dan kacang-kacangan. Karbohidrat kompleks membantu menjaga energi bertahan lebih lama, pilihlah nasi merah atau sumber karbohidrat lain yang tidak cepat membuat lapar. Jangan lupa untuk mengonsumsi sayur dan buah, yang kaya akan vitamin dan mineral penting untuk ibu menyusui.
Selain itu, penting juga untuk tidak mengurangi porsi makan saat sahur karena hal tersebut dapat berdampak negatif pada produksi ASI. Sebaiknya, ibu menyusui mengonsumsi makanan bergizi dengan komposisi lengkap, terutama protein dan lemak yang cukup. Menu sahur yang sehat dan bergizi tidak harus mahal, yang terpenting adalah variasi dan keseimbangan gizinya. Pangan lokal seperti palawija dan aneka sayuran juga bisa menjadi pilihan yang bernutrisi tinggi. Dengan perhatian yang tepat pada menu sahur, ibu menyusui dapat menjaga kualitas dan produksi ASI mereka selama bulan Ramadan.

