Begadang bisa berdampak buruk bagi kesehatan saraf, karena tidur bukan hanya sekadar istirahat tetapi juga waktu penting bagi otak dan sistem saraf untuk melakukan pemulihan. Hal ini dikatakan oleh dokter spesialis saraf, Johan Akbari dari RS EMC Pekayon. Saat tidur, otak melakukan pemulihan dengan memperbaiki sel-sel saraf, mengatur ulang koneksi antar saraf, serta membersihkan zat sisa metabolisme yang berpotensi merusak jaringan otak.
Kurang tidur secara terus-menerus dapat menyebabkan penurunan daya konsentrasi, gangguan emosi, sensitivitas saraf yang meningkat, serta penurunan fungsi kognitif jika terjadi dalam jangka panjang. Begadang kronis dapat mengganggu keseimbangan kimia otak yang penting dalam kerja sistem saraf. Kurang tidur juga dapat terkait dengan stres, dimana tubuh merespons tekanan dengan melepaskan hormon kortisol secara berlebihan.
Dampak stres yang berlebih pada saraf antara lain adalah sakit kepala tegang, gangguan tidur, kesemutan, mudah cemas, lelah, sulit fokus, serta potensi memperburuk gangguan saraf tertentu seperti nyeri saraf (neuropati). Oleh karena itu, mengelola tidur dan stres dengan baik sangat penting untuk menjaga kesehatan saraf dan keseimbangan fungsi otak.


