Kecemasan berlebih pada remaja harus diwaspadai karena berbeda dengan rasa gugup biasa. Kecemasan cenderung muncul terus-menerus, sulit dikendalikan, dan disertai dengan gejala fisik maupun emosional. Dokter spesialis kedokteran jiwa/psikiater Eduardo Renaldo menyebut ada sembilan tanda kecemasan berlebih yang perlu diperhatikan, mulai dari sulit berkonsentrasi hingga munculnya pikiran menyakiti diri sendiri atau orang lain. Menyadari tanda-tanda kecemasan tersebut penting dalam upaya pengenalan dan penanganan kondisi tersebut.
Kecemasan pada remaja bisa muncul dalam berbagai situasi seperti menghadapi situasi baru di lingkungan, ujian, atau tantangan sosial dalam pergaulan. Namun, kecemasan menjadi masalah jika terjadi secara berlebihan dan berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari serta hubungan dengan orang lain. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental, prestasi akademik, dan hubungan sosial remaja.
Masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap kecemasan karena adanya perubahan fisik, emosional, dan sosial secara bersamaan. Perbedaan antara rasa gugup sesaat dan kecemasan berlebih perlu dipahami, mengingat gugup biasanya muncul dalam situasi tertentu dan akan mereda setelah situasi tersebut berlalu, sedangkan kecemasan berlebih cenderung muncul terus-menerus dengan sulit dikendalikan.
Bila kecemasan membuat remaja sulit berkonsentrasi, mudah panik, atau menghindari aktivitas yang sebelumnya bisa dilakukan dengan baik, maka kondisi ini perlu mendapat perhatian serius. Penting bagi orang tua dan lingkungan sekitar untuk memberikan dukungan dan pemahaman kepada remaja yang mungkin mengalami kecemasan berlebih.


