Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat telah aktif menangani kondisi putus pada jalan provinsi ruas Sicincin–Simpang Balingka di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Langkah penanganan ini sejalan dengan arahan Menteri PU, Dody Hanggodo, yang melakukan kunjungan kerja ke lokasi bencana guna langsung meninjau dan memberikan instruksi penanganan. Fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan jembatan darurat di KM 74+800, di lokasi Jembatan Malalak yang terputus total akibat banjir bandang Sungai Batang Aia Malalak.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya pemulihan konektivitas pascabencana, menjelaskan bahwa jalan memiliki peran strategis sebagai jalur mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Sumatera Barat. Untuk mempercepat proses pemulihan, Kementerian PU bersama Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dan pemerintah daerah setempat telah berkolaborasi dalam mobilisasi sejumlah alat berat ke lokasi terdampak. Sejumlah mesin berat, seperti excavator, loader, dan dump truck, telah dikerahkan di lapangan, ditambah dengan 7 unit alat berat tambahan yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
Teknis penanganan jembatan putus juga telah ditentukan, dimana Kementerian PU akan membangun jembatan darurat tipe Armco (bailey). Proses pemasangan jembatan darurat ini diharapkan dapat selesai dalam waktu dua minggu, sehingga jembatan dapat dilewati pada awal Januari 2026. Selama proses penanganan, BPJN Sumatera Barat juga sedang fokus pada penanganan pascalongsor di beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor.
Perbaikan jalan provinsi dan kabupaten yang terdampak bencana juga telah dilakukan, dengan ruas jalan yang mengalami kerusakan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan kegiatan ekonomi lokal di daerah tersebut. Jalur alternatif Malalak–Bukittinggi yang sangat penting sebagai konektivitas di Sumatera Barat juga terputus, menyebabkan sejumlah warga dan aktor ekonomi terganggu dalam aktivitas harian mereka. Namun, respons positif diterima dari masyarakat setempat terkait upaya perbaikan dan penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Dengan upaya penanganan yang terus dilakukan oleh BPJN Sumatera Barat, Kementerian PU optimis dapat segera memulihkan akses Sicincin–Simpang Balingka untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Program kerja ini juga menjadi bagian dari upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” yang merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan ASTA CITA. Semua upaya ini dapat membantu membangun negeri dan memberikan dampak positif bagi rakyat.


