25.1 C
Jakarta
HomeKesehatanTips Batasan Konsumsi Gula Harian agar Tidak Terjadi Sugar Rush

Tips Batasan Konsumsi Gula Harian agar Tidak Terjadi Sugar Rush

Istilah “sugar rush” belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Istilah ini kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang, terutama anak-anak, yang menjadi sangat aktif setelah mengonsumsi makanan manis atau tinggi gula seperti permen atau cokelat. Meskipun secara medis istilah ini mengacu pada kadar gula tinggi dalam darah, namun secara populer dianggap sebagai lonjakan energi yang membuat seseorang tiba-tiba bersemangat.

Beberapa penelitian juga telah mencoba meneliti efek konsumsi gula terhadap perilaku, namun temuan ilmiah tidak selalu sejalan dengan anggapan tentang “sugar rush”. Sebuah studi meta analisis pada 2019 menyoroti bahwa fenomena ini sebenarnya merupakan mitos. Bahkan dalam eksperimen terkontrol di mana orangtua tidak mengetahui jenis camilan yang dikonsumsi anak, hasilnya tetap menunjukkan anak-anak lebih aktif meskipun sebenarnya tidak mengonsumsi gula.

Selain itu, batasan konsumsi gula juga menjadi perhatian utama para pakar kesehatan. Disarankan agar asupan gula tidak melebihi 10% dari total kalori harian, untuk menghindari berbagai komplikasi kesehatan di masa depan. Sebagai contoh, jika kebutuhan energi sehari-hari adalah 2.000 kalori, maka batas aman konsumsi gula adalah sekitar 50 gram atau sekitar 4 sendok makan.

Kementerian Kesehatan RI juga telah mengeluarkan anjuran bagi orang dewasa untuk maksimal mengonsumsi gula sebanyak 4 sendok makan (±50 gram) per hari. Sementara untuk anak-anak, IDAI pun memberikan rekomendasi asupan gula harian berdasarkan usia. Melalui pemahaman yang tepat mengenai konsep “sugar rush” dan batasan konsumsi gula yang dianjurkan, diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan dan keseimbangan nutrisi secara optimal.

Source link

Berita Terbaru

Berita Populer